Oktober 03, 2007

Gubernur Maluku Bantah Terjadi Korupsi Dana Bansos Rp108 Miliar

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, membantah terjadinya korupsi terhadap dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2004 senilai Rp108 miliar sebagaimana pernyataan pengunjukrasa (demontrans) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, 14 Februari lalu.
"Dana Bansos senilai Rp108 miliar itu direalisir akhir 2004 sehingga memperhitungkan waktu proyek relatif terbatas, maka dananya dialihkan ke kas daerah melalui rekening Gubernur Maluku dan bukan pribadi Karel Albert Ralahalu," katanya di Ambon, Sabtu (18/02).
Dana Bansos senilai Rp108 miliar (bukan Rp180 miliar-red) itu peruntukkannya Rp38 miliar bagi program kesehatan dan sisa Rp70 miliar bagi kegiatan sosial.
Dengan demikian, tegas Gubernur, 50 demonstrans yang mengatasnamakan "rakyat Peduli Maluku" hendaknya jangan latah memberikan pernyataannya yang mendiskreditkan nama baik Gubernur Maluku dan pribadi Karel Albert Ralahalu, tanpa mengkonfirmasi permasalahan sebenarnya.


"Mekanisme perbankan pun sudah dilalui karena uang tersebut masuk ke kas daerah, maka dalam kapasitas sebagai Gubernur Maluku harus menandatangani rekening tersebut," katanya.
Dana Rp108 miliar itu, kata gubernur, berdasarkan mekanisme keuangan dikeluarkan setelah pembahasan dan penetapan APBD Maluku tahun 2005 bersamaan dengan bunganya sehingga tidak ada praktek korupsi dana Bansos.
"Penggunaannya pun sudah diaudit BPK dan BPKP Perwakilan Maluku sehingga tidak beralasan menuding Gubernur Maluku berada di balik praktik korupsi dana Bansos yang mengakibatkan Kejaksaan Tinggi(Kejati) Maluku enggan memproses hukum," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Tommy Nipitupulu, secara terpisah menyesalkan pernyataan para demonstrans di KPK yang juga menuding Polda setempat telah menyidik kasus tersebut tidaklah benar.
"Saya sudah mengecek langsung ke Ditreskrim, ternyata Polda Maluku belum pernah menangani kasus dugaan korupsi proyek Bansos," tambahnya.
Karena itu, Kabid Humas mengingatkan, M.Taufik sebagai salah satu perwakilan demonstran agar tidak mengumbar pernyataan yang belum dikonfirmasi kebenarannya bahwa Polda Maluku telah menyidik kasus tersebut.
Dalam aksinya Rabu lalu para demonstrans mendesak KPK untuk menangani dugaan kasus korupsi proyek Bansos yang disinyalir tidak disalurkan sesuai ketentuan sehingga masih banyak pengungsi di Maluku hidup dalam keprihatinan.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku juga dituding oleh pengunjukrasa tidak bernyali mengungkapkan dugaan kasus korupsi tersebut. Kapanlagi.com

Baca Selengkapnya.....

Korupsi dari Maluku

KPK Terima 30 Kasus Korupsi dari Maluku

TEMPO Interaktif, Ambon: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang menangani sekitar 30 kasus korupsi di Maluku. Kasus-kasus ini berasal dari laporan masyarakat yang diterima KPK sejak 2004 lalu.

Hal ini diungkapkan Direktur Pengawasan Intern KPK, Muhammad Sigit kepada sejumlah wartawan, usai Sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di lantai tiga aula kantor Gubernur Maluku, Jalan Pattimura Ambon, Rabu (23/3).

Menurut Sigit, dari ke-30 kasus ini, sembilan kasus sudah disampaikan ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan pihak Kepolisian, namun untuk tindak lanjut ke Kejati Maluku hingga kini KPK belum mendapatkan laporannya. "Kami akan meminta laporan itu esok ke Kejati," kata Sigit

Saat ditanya kasus-kasus apa saja yang dikirim ke Kejati untuk ditindaklanjuti, Sigit enggan menjawabnya. "Terkait apa nama kasus, saya tidak bisa sampaikan, karena masih dalam tahapan penyampaian, belum penyelidikan maupun penyidikan," tampiknya.

Kasus-kasus tersebut, tambah Sigit, sudah disampaikan ke Kejati Maluku sejak akhir 2004 lalu.

Kendati banyak kasus yang dilaporkan, namun KPK juga kesulitan menindaklanjutinya, karena si pelapor tidak meninggalkan identitas diri.

Baca Selengkapnya.....

September 26, 2007

GENERASI SUNDAL

Musim berganti tak pernah hantarkan bahagia
Semi berganti dingin datang
Begitu terus tanpa ada arti ataupun setitik kemenangan

Aku bersumpah kalian bersumpah
Dan kita semua berjanji wujudkan perubahan
Tapi bumi tetap berputar tak pernah henti meneteskan air mata
bahkan wangi perubahan itu pun tak lagi kucium meskipun samar – samar
sekali lagi sumpah terabaikan dan janji terkhianati
begitu terus entah sampai berapa generasi tak satu pun berganti kulit

ideology terhapus hilang tanpa bekas
hingga garis perjuangan pada barisan terdepan pun pudar
tanpa ada yang menjaga keselarasan ide dan gagasan

yang selama ini menjadi bait suci kaum intelek
hanyalah buah bibir yang tak pernah habis dipetik
hingga pohon humanispun kering layu dan mati menahan sedih
sebab semua orang hanya ingin menikmati
tanpa tak satu setanpun yang dengan tulus merawatnya
begitu terus selalu terjadi sampai semuanya tak berarti

visi misi yang selalu di puitiskan oleh setiap pemimpin
ditaburi aroma janji serta romantisme perjuangan
dengan menggunakan topeng golonga,sedarah, dan satu tujuan
hanya untuk memperindah altar politik
visi misi hanya akan berakhir pada lembaran kertas usang
yang tersusun rapi di atas meja kayu jati
lalu di gantikan dengan alur kata – kata
lengkap denganrincian jumlah dana proyek
selalu begitu dan terus begitu
sampai pada pergantian generasi pun tak pernah ada perubahan

aku bosan hanya menjadi penonton setia pada setiap pentas penindasan
aku bosan hanya menjadi pendengar setia pada setiap tarikan suara

maka teriyaki aku SUNDAL….Sebab di setiap kebosananku
Aku tak mampu berbuat apa – apa untuk wujudkan perubahan
Yang aku bias hanya melebarkan kantong celanaku
Untuk diisi sebagai penyumbat telinga
Sekali lagi katakana auku sundal…
Sebab aku hanya menjadi anjing – anjing penjilat penguasa
Untuk mengamankan kepentigan mereka di pentas politik

SUNDAL………..

Ophan’s created

Baca Selengkapnya.....

September 23, 2007

Hidup adalah perjuangan tanpa henti

Setiap tantangan dan rintangan yang kita hadapi, menjadi pembelajaran bagi kita untuk bersikap lebih dewasa lagi. Seberat apapun rintangan dan tantangan tersebut, mau tidak mau, siap tidak siap harus kita hadapi dengan hati dan wajah terangkat.

Setiap manusia yang ada di dunia ini tidak pernah lepas dari masalah yang harus mereka hadapi. Terkadang tingkat penerimaan setiap manusia di dunia ini berbeda-beda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Disatu sisi, ada beberapa hal yang orang anggap berat bagi mereka, namun disisi yang lain hal tersebut merupakan persoalan yang mudah bagi individu yang lain. Disinilah dibutuhkan kelapangan hati kita dalam menyiapkan tempat bagi hati kita untuk menyaring dan mengatasi masalah tersebut. Semakin kecil tempat yang kita siapkan untuk masalah tersebut, semakin pahit yang akan kita rasakan.

Sebaliknya bila tempat yang kita siapkan besar dan luas, semakin ringan bagi kita masalah tersebut. Sebagai ilustrasi adalah rasa asin garam yang setiap hari kita rasakan. Bila segenggam garam kita taruh dalam segelas air, maka bila rasakan air dalam gelas tersebut akan terasa sangat asin. Coba kita masukkan segenggam garam tersebut dalam sebaskom air, maka bila kita rasakan air dalam baskom tersebut, terasa tidak terlalu asin. Seperti itulah berat ringan masalah yang kita hadapi. Bila kita terlalu sempit dalam berpikir dan menyaringnya, masalah akan terasa berat bagi kita. Sebaliknya bila kita luas dalam berfikir dan menelaah, maka masalah tersebut akan terasa ringan.

Tidak ada masalah di dunia ini yang tidak dapat diselesaikan dengan baik. Cepat atau lambat terselesaikannya masalah tersebut, semuanya tergantung oleh proses yang kita lakukan untuk menuntaskan masalah tersebut. Hanya dengan kesabaran dan kejernihan berfikir, kita akan mampu menuntaskan masalah tersebut.

“Hasil renungan yang tidak jelas ditengah malam yang tidak tahu harus aku curahkan kemana”

Baca Selengkapnya.....

September 20, 2007

Hikmah

"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian Aku cukupkan buat kalian; barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.� (Hadits Qudsi)

Baca Selengkapnya.....

Ramadhan

Perkara perusak pahala puasa Ramadhan

1. Makan dan minum dengan sengaja

- Allah Azza Sya'nuhu berfirman (yang artinya) : “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam" [Al-Baqarah : 187]

- Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Allah meletakkan (tidak menghukum) umatku karena salah atau lupa dan karena dipaksa" [Hadits Riwayat Thahawi dalam Syarhu Ma'anil Atsar 2/56, Al-Hakim 2/198, Ibnu Hazm dalam Al-Ihkam 5/149, Ad-Daruquthni 4/171 dari dua jalan yaitu dari Al-Auza'i dari Atha' bin Abi Rabah dari Ubaid bin Umar, dari Ibnu Abbas, sanadnya shahih]


2. Muntah dengan sengaja

- Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha' puasanya, dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha' puasanya" [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/310, Tirmidzi 3/79, Ibnu Majah 1/536, Ahmad 2/498 dari jalan Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah, sanadnya Shahih sebagaimana yang diucapkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Haqiqatus Shiyam halaman 14]


3. Haidh dan nifas

- Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Bukankah jika haid dia tidak shalat dan puasa ? Kami katakan : "Ya", Beliau berkata : 'Itulah (bukti) kurang agamanya" [Hadits Riwayat Muslim 79, dan 80 dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah]


4. Suntikan yang mengandung makanan

- Yaitu menyalurkan zat makanan ke perut dengan maksud memberi makan bagi orang sakit. Suntikan seperti ini membatalkan puasa, karena memasukkan makanan kepada orang yang puasa [2] Adapun jika suntikan tersebut tidak sampai kepada perut tetapi hanya ke darah, maka itupun juga membatalkan puasa, karena cairan tersebut kedudukannya menggantikan kedudukan makanan dan minuman. Kebanyakan orang yang pingsan dalam jangka waktu yang lama diberikan makanan dengan cara seperti ini, seperti jauluz dan salayin, demikian pula yang dipakai oleh sebagian orang yang sakit asma, inipun membatalalkan puasa.


5. Jima'

- Dalilnya adalah firman Allah.
(yang artinya) : “Sekarang pergaulilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian" [Al-Baqarah : 187]
Diizinkannya bergaul (dengan istri) di malam hari, (maka bisa) difahami dari sini bahwa puasa itu dari makan, minum dan jima'.

- hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu (dia berkata) :
"Pernah datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian ia berkata, 'Ya Rasulullah binasalah aku!' Rasulullah bertanya, 'Apa yang membuatmu binasa?' Orang itu menjawab, 'Aku menjima’i istriku di bulan Ramadhan' (di siang hari, red). Rasulullah bersabda, 'Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?' Orang itu menjawb, 'Tidak'. Rasulullah bersabda, 'Apakah engkau mampu memberi makan enam puluh orang miskin?' Orang itu menjawab, 'Tidak' Rasulullah bersabda, 'Duduklah'. Diapun duduk. Kemudian ada yang mengirim satu wadah korma kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda, 'Bersedekahlah', Orang itu berkata, 'Tidak ada di antara dua kampung ini keluarga yang lebih miskin dari kami'. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun tertawa hingga terlihat gigi serinya, lalu beliau bersabda, ‘Ambillah, berilah makan keluargamu".

Baca Selengkapnya.....

Demo RMS

Seorang mahasiswa asal Maluku yang tergabung dalam Simpul Gerakan Mahasiswa Maluku Se-Indonesia (PP-SGMMI), melakukan teatrikal saat berunjuk rasa bersama puluhan mahasiswa lainnya di Pertigaan Tol Reformasi Makassar, Senin (2/7). Mereka menolak adanya gerakan separatis RMS dan meminta kepada pemerintah untuk menindak pelaku dan otak RMS.

Sumber:http://www.media-indonesia.com/mediagaleri/view.asp?id=5727&page=16

Baca Selengkapnya.....

Design by Dzelque Blogger Templates Modification by Dheedy_as 2007-2008